Chelsea Versus PSG: Hadiah Rp 2,1 T Bukan Motivasi Khusus The Blues

Juara Piala Dunia Antar-klub 2025 segera dapat hadiah fenomenal. Meskipun begitu, bek Chelsea Marc Cucurella memperjelas itu bukan motivasi khusus teamnya menjelang final.
Chelsea akan hadapi Paris Saint-Germain di final Piala Dunia Antar-klub 2025. Pertandingan Chelsea versus PSG akan diadakan di MetLife Fase, East Rutherford, New Jersey, Senin (14/7/2025) pagi hari WIB.

Juara dari persaingan yang memakai pola baru ini akan kantongi hadiah berharga fenomenal. Team juara akan memperoleh 97 juta paun atau sekitaran Rp 2,1 triliun.

Meskipun begitu, Cucurella memperjelas jika itu bukan motivasi khusus Chelsea. Menurut dia, yang hendak membuat senang satu diantaranya ialah simbol khusus juara dunia antar-klub yang hendak dipasang di seragam Chelsea.

“Aku anggap itu (hadiah uang) lebih buat ke pemilik dan direktur keolahragaan tetapi aku anggap kami mengetahui jika kami juara, kami punyai simbol di seragam kami sepanjang sekian tahun menjadi aku anggap ini hal yang baik untuk berikan motivasi team,” tutur Cucurella seperti dikutip Mirror.

“Ini pertamanya kali mereka melangsungkan persaingan ini (dengan pola baru) menjadi kami dapat menjadi team pertama kali yang memenangkan persaingan ini, ada beberapa hal yang dapat berikan motivasi dan itu bisa memberikan kami rasa optimis dan energi.”

“Aku anggap untuk aku, jika kami sukses, ini hebat karena akan menjadi club pertama kali yang melakukan (juara dalam pola baru). Aku anggap semuanya orang ingat kami karena ini kami club pertama kali yang memenangkan piala ini,” ucapnya.

Matematika dan metode ilmiah

Matematika penting untuk keilmuan, khususnya dalam peranan yang dimainkan dalam ekspresikan mode ilmiah. Memperhatikan dan kumpulkan beberapa hasil pengukur, seperti membuat tesis dan sangkaan, tentu memerlukan mode dan eksplorasi matematis. Cabang matematika yang kerap digunakan dalam keilmuan salah satunya kalkulus dan statistika, walaupun sebetulnya semua cabang matematika memiliki aplikasinya, bahkan juga sektor “murni” seperti teori bilangan dan topologi.

Sebagian orang pemikir melihat matematikawan sebagai periset, dengan asumsi jika pembuktian-pembuktian matematis sama dengan eksperimen. Beberapa yang lain tidak memandang matematika sebagai pengetahuan, karena tidak membutuhkan uji-uji uji cobatal pada teori dan hipotesisnya. Tetapi, dibalik ke-2 asumsi itu, realita keutamaan matematika sebagai alat yang bermanfaat untuk memvisualisasikan/menerangkan semesta alam sudah menjadi rumor khusus untuk filsafat matematika.

Saksikan Eugene Wigner, The Unreasonable Efekiveness of Mathematics.

Richard Feynman berbicara, “Matematika itu tidak riil, tetapi berasa riil. Di mana tempatnya ada?”, dan Bertrand Russell benar-benar suka mendeskripsikan matematika sebagai “subyek yang kita sebelumnya tidak pernah tahu apakah yang sedang kita bahas, dan kita tidak paham juga kebenarannya”.

Pemikiran filsafat
Dalam filsafat, pengetahuan termasuk tipe aksiden dalam kelompok rekanan.

Dalam pengetahuan, ada subyek yang ketahui dan object yang diketahui. Rekanan di antara ke-2 hal itu dikatakan sebagai pengetahuan. Pandangan ini disokong oleh Fakhruddin Ar-Razi.[7] Opini yang berlainan diberi oleh beberapa filsuf peripatetik. Mereka yakini jika pengetahuan bukan sebuah rekanan.

Opini mereka berkenaan pengetahuan ialah sebuah deskripsi yang diketahui lewat penalaran.[8]

Pemikiran mazhab
Mazhab Asy’ariyah
Mazhab Asy’ariyah mendefinisikan pengetahuan sebagai sebuah karakter yang terdapat dalam zat yang terkait dengan suatu hal yang diketahui. Pengertian yang sebagai wakil mazhab ini diberi oleh Ali bin Abdul Aziz Al-Qadhi Al-Jurjani. Dia mendefinisikan pengetahuan sebagai karakter yang menegaskan suatu hal yang diketahui untuk figur yang mempunyai karakter itu. [8] Abu al-Hasan al-Asy’ari yang disebut figur khusus dalam mazhab Asy’ariyah mendefinisikan pengetahuan sebagai suatu hal yang membuat figur yang ketahui bisa ketahui apa yang dia kenali.[9]